Pemuda Diminta Tak Sekadar Jadi Penonton Pembangunan
yd
Hai Kalteng - Palangka Raya - Masa depan pembangunan Kalimantan Tengah tidak hanya berada di tangan pemerintah. Energi, gagasan, dan keberanian generasi muda untuk mengambil peran menjadi modal penting agar berbagai potensi daerah dapat berkembang lebih cepat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan pemuda memiliki ruang yang semakin luas untuk menunjukkan kemampuan dan mengambil bagian dalam pembangunan. Perkembangan teknologi, akses pendidikan yang semakin terbuka, serta beragam peluang ekonomi menjadi kesempatan yang perlu dimanfaatkan.
(Baca Juga : Ketertiban Lingkungan Dimulai dari Kepedulian Warga)
Menurut Faridawaty, perubahan zaman menuntut generasi muda tidak berhenti pada kemampuan mengikuti perkembangan. Mereka juga harus mampu melahirkan gagasan dan karya yang memberikan dampak nyata.
“Anak muda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus berani tampil, menyampaikan gagasan, menciptakan inovasi, dan ikut menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,” kata Faridawaty, Minggu (14/6).
Legislator dari Daerah Pemilihan Kalteng I yang meliputi Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas itu menyebut, bentuk kontribusi pemuda saat ini dapat dilakukan melalui berbagai bidang. Tidak harus selalu berada dalam ruang pemerintahan, tetapi bisa melalui pendidikan, usaha, teknologi, olahraga, seni, budaya maupun kegiatan sosial.
Ia menilai Kalteng memiliki banyak ruang yang dapat diisi generasi muda. Potensi pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif dan kekayaan budaya daerah, misalnya, membutuhkan kreativitas serta kemampuan anak muda untuk mengembangkannya agar memiliki nilai tambah.
Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Pemuda perlu memiliki keterampilan, wawasan luas dan kemampuan beradaptasi sehingga mampu mengikuti perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Faridawaty juga mengingatkan agar kemajuan teknologi digital digunakan untuk hal-hal produktif. Media digital, menurutnya, dapat menjadi ruang belajar, membangun jejaring, memasarkan produk hingga membuka peluang usaha baru.
“Teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan. Kalau dimanfaatkan dengan tepat, anak muda bisa belajar lebih banyak, memperluas jaringan dan bahkan menciptakan peluang ekonomi dari sana,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tetap memiliki peran penting dalam menyediakan kebijakan dan ruang pengembangan, namun partisipasi generasi muda akan memperkuat proses tersebut.
Faridawaty berharap pemuda Kalteng mampu memanfaatkan kesempatan yang ada dengan menghasilkan karya yang sesuai kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga sekaligus membangun Bumi Tambun Bungai.
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng